Tenanglah, aku bersamamu - 1



-1-
Lembaran perjalanan ku belum habis, tinta ini pun belum lagi mengering. Masih ada banyak cerita yang belum aku tulis. Masih ada banyak jalan yang belum aku lalui. Tentang sudah seberapa jauh kaki ini melangkah, dan tentang seberapa banyak tanah yang sudah ku pijak. Hanya berharap suatu hari nanti, kamu bersedia mendengar apa yang telah aku dengar, melihat apa yang telah aku lihat. Hanya denganmu lah akan kubagi cerita perjalananku ini.

Akhir ini, aku dan dia jarang berbagi cerita. Entah sekedar yang awalnya saling sahut stories, atau aku yang memulai lebih dulu mengiriminya pesan, atau sebaliknya. Duh! Mungkin dia menjadi satu - satunya pria misterius sekaligus menyebalkan yang pernah aku kenal. Selalu saja pergi tanpa satu pun kata yang keluar dari mulutnya.

Bukan hanya aku, teman - teman nya pun satu pemikiran dengan ku. Mungkin sudah menjadi kepribadian nya tertutup seperti ini. Bukan. Tapi kenyataan nya bukan dia yang tertutup, mungkin karena aku sendiri yang tidak banyak bertanya dan tahu tentang nya. Dengan sikap nya itu, dia ingin membatasi siapa saja yang benar - benar ingin tahu tentang mimpi dari tidur nya, dan siapa saja yang hanya sekedar bertanya. Ini sangat membantu nya untuk bermimpi lebih dalam dan leluasa lagi.

Terakhir, yang kutahu dia adalah orang yang tidak pandai banyak bicara. Dan aku tahu, aku adalah wanita yang istimewa dalam hidupnya. Jadi tidak mungkin dia pergi meninggalkanku begitu saja.


-to be continued.

Komentar

Blog Sahabat

Postingan Populer