Tahun sudah berganti. Tapi mimpiku masih tetap sama. Tak akan pernah terganti ataupun mati.


Malam pun tiba, dan seperti biasa nya gue gak pergi kemana - mana. Bukan karena tidak punya tujuan ataupun kawan untuk bisa diajak bepergian. Gue sendiri yang lebih memilih untuk menghabiskan malam ini dengan merenungi diri, intropeksi. Atas kesalahan, kekhilafan, dan juga kegagalan. Penyebab mengapa gue gak bisa berada pada posisi yang gue impikan. Kenapa segala usaha dan jerih payah gue selama ini tidak sejalan atau sebanding dengan hasil yang gue peroleh. Capek dan sia - sia.

Mengajukan protes. Suara teriak keras dalam hati, hingga membuat dada ikut pula merasakan sesaknya. Jelas! Marah dan kesal. Merasakan ketidakadilan atas takdir yang diberikan. Khilaf ku, menganggap Nya tidak ada dan bertanya - tanya dimanakah dia berada. Tanpa gue sadari, mata mulai meneteskan air nya. Segera sadar bahwa derajat antara gue dengan Nya sangat jauh berbeda. Dia adalah Raja segala raja, alam semesta ini adalah kerajaan Nya, dan gue hanyalah seorang hamba Nya. Tentu Dia berhak dan dapat melakukan kehendak apa saja yang Dia mau. Tanpa melihat suka atau tidak nya keputusan yang akan kita terima. Yang jelas kehendak atau takdir Nya adalah yang terbaik bagi kita.

Air mata mulai mengering. Sedikit lega, karena segala kegundahan telah tersampaikan. Menuju ke dapur, pergi meninggalkan ruangan sempit 3x2 meter itu. Mencari obat penenang selanjutnya. Kopi~, pria mana yang tidak suka dengan kopi. Berbagai jenis dan aroma rasa nya. Hampir semua pria suka, termasuk gue sendiri. Tapi tidak dengan kopi hitam. Rasanya yang entah kenapa bikin gue pusing, dan efek susah tidur setelah meminumnya.😑 Belum lagi kenyataan hidup gue yang udah pahit, gue gak mau lagi menambah kepahitan hidup setelah meminum nya. Mocha, menjadi andalan gue di setiap hendak menikmati kopi.

Suara brisik anak - anak hingga kembang api mulai menemani kegundahan ini. Pergi ke kamar, sesekali mengintip dari jendela bilik kamar, dan membuka nya. Dingin.. Angin malam langsung datang menyambut. Seraya ingin mengajak ku berjalan keluar untuk menikmati. Lagi, gue memutuskan untuk stay disini. Menikmati kopi hangat yang baru saja tersaji. Dan mulai memikirkan cerita apalagi yang akan gue tulis selanjutnya, atau mungkin gue hanya perlu mengganti judul dan beberapa alur serta tokoh nya saja, agar tidak bosan. Entahlah.. yang jelas mimpi gue tetap sama. Hanya jalan cerita nya saja yang mungkin akan sedikit berbeda dari kemarin.

Selamat tahun baru!
Aku bangga padamu, diriku. Kamu sudah menjadi dirimu sendiri. Kamu mampu bertahan disaat semua orang berusaha 'tuk menjatuhkan. Be better than yesterday. Remember! No easy day! The only easy day was yesterday. Stay strong!

Komentar

Blog Sahabat

Postingan Populer